Selasa, 14 Maret 2017

Aku mau berubah



Mata, kulit, lidah, telinga, dan hidungku adalah alat indra yang kumiliki untuk merasakan indahnya pagi ini, merasakan kebalnya udara yang terlintas di dalam maupun diluar tubuhku, merasakan manisnya selai coklat disertai dengan taburan meses yang aku eluskan pada roti tawar berbentuk persegi, merasakan heningnya suara dedaunan, serta merasakan bau segar ruangan kelas yang indah nanbersih. Perasaan demi perasaan mengguyur tubuhku disebabkan karena ketidak adilannya diriku ini yang hanya mementingkan pekerjaan yang tak bermanfaat dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bermanfaat yang bisa membuat diriku menjadi maju.
Sehingga, tak rugikah aku bilamana, kelima alat indraku ini saya gunakan untuk hal-hal yang negatif. Tak teringatkah aku dengan semua penderitaan orang tuaku terhadap diriku yang tak berguna ini?, Tak sadarkah aku ini dengan apa yang diberikan Allah swt., serta tak puaskah aku dengan semua kenikmatan tersebut. Apakah yang akan aku pertanggungjawabkan nantinya di hadapan Allah swt.?.
Tak terasa semua itu terfikirkan olehku. Sehingga, hati yang sudah ingin maju ini, hati yang sudah merasa hidup kembali ini, mendorong semangatku untuk berubah, berubah, dan berubah. Segala tantangan dan rintangan yang akan aku hadapi, tak akan aku biarkan mempengaruhi diriku untuk kembali ke yang dulu. Dengan semangatnya hatiku yang mendorong diriku untuk berubah ini,  akan aku andalkan untuk melawan segala nafsu buruk yang masih terkurung dalam diriku ini, nafsu yang telah membuat diriku yang dulu menjadi kacau.
Namun sebenarnya, semangat diriku tak akan kuasa menahan nafsu yang buruk ini, bila sang khaliq, yakni Allah swt. tak mendukung semangatku. Untuk itu, dengan kemauan hatiku untuk berubah akan aku landaskan dan serahkan kepada Allah swt.